Minggu, 08 Maret 2015

Kebebasan?


By Secret Admirer
Kamu selalu mengais-ngais masalalu
Memaksaku kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosokmu nyata
Menjauhlah menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagian
Dalam kenangan kau seret aku perlahan hingga ku sadar aku sedang dipermainkan

Inikah caramu menyakitiku 
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku
Apakah dengan  tanngisku berarti bahagia buatmuu
Apakah dengan menorehkan luka dihatiku kemenangan bagimu

Siapa aku dimatamu? Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu?
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini, dilarang mencari kebebasan?
Mengapa?
Mengapa kau sering memperlakukan aku seperti mainan?
Kapan kau ajari aku kebebasan? Ajari aku caranya melupakan
Meniadakan segala kecemasan meniadakan segala kenangan

Nyatanya derai air mataku hanya disebabkan olehmu!
Ajari aku caranya melupakan
Sehingga aku lupa... Lupa caranya menangis ... Lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mataa
Aku hanya ingin tertawa ... Tertawa lepas bersamamu
Sehingga hatiku mati rasa akan luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar